PENGAMAT SEPAK BOLA Pemain Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, memberikan komentarnya terkait rasisme kepada Vinicius Junior dalam lanjutan Liga Champions (UEFA Champions League) 2025-2026 melawan Benfica.
Duel leg pertama babak play-off Liga Champions 2025-2026 antara Benfica vs Real Madrid berlangsung di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal.
Laga Benfica vs Real Madrid berakhir dengan skor 0-1 untuk kemenangan tim tamu. Gol tunggal dalam laga kali ini dicetak Vinicius Junior (50′).
Kemenangan itu membuat peluang Real Madrid untuk lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2025-2026 lebih besar daripada Benfica.
Namun, pertandingan ini menyisakan noda hitam akibat dugaan tindakan rasisme yang diarahkan kepada penyerang Los Blancos, Vinicius Junior.
Insiden bermula ketika Vinicius merayakan golnya melalui aksi individu yang ciamik.
Saat itulah, pemain sayap Benfica, Gianluca Prestianni, menghampiri sang pemain asal Brasil tersebut.
Dalam rekaman kamera, Prestianni terlihat membisikkan sesuatu sembari menutupi mulutnya menggunakan jersey.
Dikutip dari laporan media Spanyol, Diario AS, muncul dugaan kuat adanya hinaan rasis dalam momen tersebut.
Vinicius yang merasa tersinggung segera melapor kepada wasit Francois Letexier. Sang pengadil kemudian mengaktifkan protokol anti-rasisme FIFA dan menghentikan laga UEFA Champions League ini selama kurang lebih 10 menit.
Komentar Keras Trent Alexander-Arnold
Selepas pertandingan, bek kanan Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, tidak bisa menyembunyikan kemarahannya.
Berbicara kepada Prime, pemain internasional Inggris tersebut menggambarkan insiden yang menimpa rekannya sebagai sebuah kehinaan bagi dunia olahraga.
“Saya tidak bisa berkomentar terlalu banyak karena ini masih dalam penyelidikan,”
“Saya pikir apa yang terjadi malam ini adalah aib bagi sepak bola dan juga menutupi penampilan setelah gol yang luar biasa.”

Alexander-Arnold menekankan bahwa tindakan diskriminatif seperti itu sama sekali tidak memiliki tempat, baik di dalam maupun di luar lapangan hijau.





