Vinicius Junior sedang menjadi sorotan di Real Madrid. Rekan setim pemain asal Brasil itu, Jude Bellingham, mendapat tekanan terlalu besar.
Di Madrid musim ini, Vinicius menurun. DIa sudah tampil 25 kali, bisa mencatatkan lima gol dan delapan assist.
Pada pertandingan terakhir Madrid, Vinicius mendapat siulan saat bertanding di Santiago Bernabeu. Madrid menang 5-1 atas Real Betis, Vinicius tak memberi kontribusi gol dan assist.
Vinicius sudah tak mencetak gol dan assist dalam 11 pertandingan di La Liga. Oleh karena itu, pantas kalau Vinicius tertekan.
Kata Bellingham Waktu Di Marca Kepada Vinicius Junior
“Dari perspektif saya, saya kira ada banyak tekanan pada Vini. Dia melakukan banyak hal bagus di atas lapangan,”
“Mungkin ada halangan di depan gawang, tapi saya melihat dia sebagai pemain cepat yang kreatif. Gol tidak mengatakan segalanya. Ada assist dan permainan penting.”
“Kita harus melihat dia sebagai rekan setim yang sangat berguna. Saya yakin dia akan kembali ke dirinya yang lama,”
Madrid akan menjalani pertandingan semifinal Piala Super Spanyol melawan Atletico Madrid. Vinicius bisa bersinar untuk membawa El Real menang?
Beberapa waktu lalu, ada drama Vinicius yang kesal karena diganti dan marah-marah. Xabi Alonso tetap tenang menanganginya, dapat jempol dari Fabio Capello.
Vinicius Jr belum tampil menggigit musim ini bersama Real Madrid. Baru lima gol dikemasnya dari 25 laga di seluruh kompetisi, walau memang tugas utama mesin gol dipegang oleh Mbappe.
Vini harus kena rotasi. Saat itulah, beberapa kali pemain asal Brasil itu marah-marah saat ditarik keluar.
Eks pelatih Real Madrid, Fabio Capello memuji cara pelatih Xabi Alonso dalam menghadapi drama Vinicius Junior. Alonso disebutnya, sukses menangangi tanpa harus bikin drama lagi!
“Xabi Alonso sempurna saat menghadapinya. Di depan seluruh stadion dan seluruh penggemar, itu bukan tempat untuk menyelesaikan masalah yang ada,” jelas Capello dilansir dari Tribuna.
“Mereka menyelesaikannya di ruang ganti, yang terpenting, Vinicius sudah meminta maaf. Harus ada rasa hormat di dalam tim,” tambahnya.
“Vinicius tidak suka diganti, namun di atas segalanya adalah kepentingan tim,” tegas Capello yang jadi pelatih Real Madrid pada 2007-2007.





